Toko Bunga Jogja: Tips Agar Tanaman Tidak Mudah Layu

toko bunga Jogja

Toko bunga Semarang dan Jogja dapat menjadi rujukan Anda yang ingin mencari berbagai macam tanaman hias. Penting untuk diketahui, selain indah terdapat banyak manfaat di dalamnya. Misalnya saja menenangkan pikiran serta sangat cocok untuk membuat udara semakin segar.

Tips Agar Tanaman Tidak Mudah Layu dari Toko Bunga Jogja

Perawatan tanaman tentu sangat penting untuk Anda lakukan agar mendapatkan hasil maksimal. Setiap tumbuhan memiliki ciri khasnya sehingga tidak dapat disamakan. Oleh sebab itu, sebelum bercocok tanam sebaiknya pahami karakteristiknya. Berikut ulasan lengkapnya:

  1. Kontrol Suhu dan Kelembaban yang Pas

Apapun jenis tumbuhannya baik sayuran, buah, maupun tanaman hias berbunga tentu harus ditanam pada suhu dan tingkat kelembaban yang pas. Tujuannya adalah untuk menghindari kerusakan, misalnya tiba-tiba membusuk, tumbuh dan kembangnya tidak sesuai dengan usianya.

Sebaiknya hindari tanaman yang tidak cocok untuk tumbuh di suhu rata-rata tempat tinggal Anda. Sebagai contoh, memilih yang khusus untuk cuaca dingin dan lembab namun tempat tinggalnya di kota. Tentunya hal tersebut mengakibatkan pertumbuhannya terhambat bahkan kematian.

  1. Antisipasi Hama dan Penyakit Sejak Dini

Penyakit tidak hanya menyerang tanaman dewasa. Untuk itu penting Anda melakukan perawatan sejak dini untuk mencegah adanya penyakit yang menjangkit. Poin ini mencakup beberapa hal untuk itu sebaiknya terlebih dahulu memahaminya. Berikut ulasannya:

  • Rutin Merotasi Tanaman

Rotasi tanaman sendiri yaitu menanam jenis tumbuhan berbeda dalam satu musim. Selain dapat menyuburkan tanah juga menjaga agar tidak terinfeksi penyakit berbahaya. Oleh karenanya tidak ada sarang hama yang tertinggal saat Anda melakukan proses tersebut.

  • Menjaga Kualitas Tanah

Jenis tanah sendiri terdiri dari beberapa macam mulai dari berhumus sampai tandus. Untuk itu perlu mengerti bagaimana karakter media tanam yang tepat untuk tumbuhan tertentu. Supaya dapat menjaga kualitasnya, Anda bisa memberikan nutrisi organik seperti mengaplikasikan kotoran hewan.

  • Memangkas Rumput Liar

Meski terlihat tidak mengganggu rumput liar dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Jika Anda menemukannya sebaiknya segera membasminya dengan memangkas atau mencabutinya. Sebaiknya hindari menggunakan bahan kimia karena berbahaya untuk kelangsungan pertumbuhan.

  • Memaksimalkan Lokasi dan Kondisi Tanaman

Tumbuhan yang berlebihan atau kekurangan cahaya matahari dapat menghambat pertumbuhannya. Sebab tidak semua dapat bertahan dengan suhu terlalu tinggi maupun rendah. Tanda-tanda pada umumnya apabila kekurangan asupan cahaya yaitu tanaman tidak bisa berbuah.

  1. Hindari Pupuk Kimia

Pupuk kimia sendiri banyak dipilih karena memberi hasil instan. Namun penting Anda ketahui jika penggunaannya dalam jangka waktu lama maka akan menurunkan tingkat kesuburan tanah. Oleh karenanya, media tanam tersebut menjadi tidak produktif lagi karena tidak adanya dekomposer.

Maka dari itu, sebaiknya gunakan pupuk alami, karena selain murah juga bisa menyuburkan tanaman. Sebagai contoh adalah kotoran kambing, sisi limbah rumah tangga, serat campuran nutrisi makro. Ciri-ciri media tanam yang baik adalah warnanya coklat kehitaman serta ada cacingnya.

  1. Potong Tanaman yang Kering atau Mati

Apabila ada tanaman yang sudah kering atau mati, sebaiknya segera lakukan pemotongan. Hal ini bertujuan agar penyakitnya tidak menyebar ke bagian lain yang masih hidup, karena proses penularannya sendiri cukup cepat. Maka, Anda  perlu melakukan pengecekan secara berkala.

Perusakan tanaman biasanya akan memunculkan beberapa tanda khusus. Misalnya daunnya tumbuh tidak sehat, warnanya berbeda dari lainnya, serta batang tiba-tiba membusuk. Tentu hal ini akan sangat mengganggu kelangsungan hidupnya, apalagi jika harganya cukup mahal.

  1. Lakukan Penyiraman dengan Aturan Tertentu

Pada dasarnya merawat tanaman bergantung pada jenis tumbuhan yang Anda miliki, termasuk juga untuk teknik penyiramannya. Jika kebanyakan maka akan mengakibatkan kebusukan sedangkan jika terlalu sedikit akan cepat kering. Lalu apa saja poin penting lainnya?

  • Siram Tanaman Secukupnya

Sebelumnya pastikan mengetahui jenis tanaman yang Anda kembang biakkan apkah tahan dengan banyak air atau sebaliknya. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya terhambatnya perkembangan biakannya. Lebih parahnya bahkan bisa membuat akarnya membusuk dan merembet ke batang.

  • Hindari Genangan Air pada Tanaman

Jika Anda sedang mengajarkan anak bercocok tanam, sebaiknya ditanamkan sejak dini terkait kapasitas yang harus diberikan. Hal ini karena masih minimnya pengetahuan dan umumnya mereka menganggap bahwa menyiram tumbuhan secara berlebih.

  • Siram Tanaman Secara Merata

Setelah terkena terik matahari umumnya tanah akan mengering baik yang berada di bawah tumbuhan tersebut maupun sekelilingnya. Agar kelembabannya lebih lama, maka saat melakukan penyiraman usahakan secara merata, hindari hanya bagian tertentu saja.

  • Siram Tanaman di Pagi atau Sore Hari

Penyiraman paling baik adalah waktu pagi dan sore. Hal ini bertujuan agar tumbuhan tersebut dapat menahan teriknya matahari. Apabila tidak melakukannya maka akan beresiko membuatnya kekeringan bahkan akan mati mendadak.

  1. Pemberian Nutrisi Pertumbuhan

Pemberian nutrisi pada tumbuhan perlu Anda lakukan, namun harus sesuai dengan jenis tanamannya agar tidak terjadi penolakan. Setidaknya ada 6 vitamin dan mineral penting yang harus ada yaitu nitrogen, fosfor, magnesium, potasium, sulfur, dan kalsium.

Nutrisi-nutrien tersebut sebenarnya sudah terdapat di dalam tanah, untuk itu Anda perlu memilih media tanam yang tepat. Sebaiknya lakukan penggantian tanah secara berkala dan pastikan terdapat dekomposer agar bisa tumbuh subur.

Demikian penjelasan mengenai toko bunga Jogja yang perlu Anda ketahui jika ingin melakukan budidaya tanaman hias. Perawatannya tentu harus diperhatikan agar tidak terjadi kerusakan baik ringan maupun berat. Jika masih binggung, silahkan berkonsultasi pada ahlinya saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *